Minggu, 21 April 2019

Arti dan makna dari lambang PSHT

Berikut ini arti dan makna dari lambang Persaudaraan Setia Hati Terate.
Segi Empat Panjang

Segi Empat pada Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki makna Perisai.Maksudnya adalah Warga PSHT harus mampu memprisai dirinya dengan ahlakul karimah atau akhlak mulia.
Dasar Hitam

Dasar Hitam pada Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki makna kekal dan abadi.Maksudnya di dalam Persaudaraan Setia Hati Terate, Persaudaraan yang di kenal adalah Persaudaraan yang kekal dan abadi. Bahkan menganggap saudara seperguruan lebih dekat dari pada saudara sekandung sendiri.
Hati Putih bertepi merah

Hati putih bertepi merah pada lambang Persaudaraan setia hati terate memiliki arti atau makna Cinta kasih ada batasnya.
Merah Melingkari Hati Putih

Merah Melingkari hati putih pada lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki arti atau makna berani mengatakan yang ada di hati / kata hati.Maksudnya setiap warga PSHT harus berani mengatakan apa yang ada dihatinya atau kata hatinya.
Sinar

Sinar pada Lambang persaudaraan Setia Hati Terate memiliki arti dan makna Jalannya hukum alam / hukum kelimpahan.Makna sinar ini juga bisa berarti menerangi orang lain yang sedang kegelapan.
Bunga Terate

Bunga Terate pada Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki makna kepribadian yang luhur.
Bunga Terate Mekar, Setengah Mekar, dan Mekar Sekali

Bungan Terate Mekar,  Setengah Mekar dan Mekar sekali pada Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki arti dan makna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang. Maksudnya orang SH Terate tidak membeda-beda kan latar belakang seperti kaya dan miskin, cantik dan jelek dsb.
Senjata Silat

Senjata Silat pada lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki makna Pencak Silat sebagai benteng Persaudaraan.Maksudnya Warga Persaudaraan Setia Hati Terate berpedoman pada akhlak mulia dan sebagai senjata melawan pengaruh buruk.
Garis putih tegak lurus di tengah-tengah merah

Garis putih tegak lurus di tengah-tengah merah pada lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki makna “Berani karena benar, takut karena salah”.Maknanya bisa juga berarti manusia asalnya tidak ada, kemudian ada, lalu kembali menjadi tidak ada.
Persaudaraan Setia Hati Terate

Tulisan “Persaudaraan Setia Hati Terate” pada lambang Persaudaraa Setia Hati Terate memiliki makna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas dan bersih. Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus dan Kepribadian yang luhur.
Hati Putih bertepi merah

Hati putih bertepi merah yang terletak di tengah – tengah lambang Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki arti dan makna netral.Maksudnya tidak memihak alias adil.

Itulah sekilas arti dan makna dari Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate yang maknanya amat luhur. Di beberapa daerah memaknai lambang PSHT dengan arti yang sedikit berbeda namun tidak lepas dari makna di atas, hanya saja ada pegembangan maksud dari lambang, akan tetapi tetap mengarah ke pekerti yang luhur sesuai dengan Tujuan Persaudaraan Setia Hati Terate itu sendiri.

Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo

Ki Ngabei Ageng Soerodiwirdjo nama kecilnya adalah Muhamad Masdan, yang lahir pada tahun 1876 di Surabaya putra sulung Ki Ngabei Soeromihardjo (mantri cacar di ngimbang kab: jombang Ki ngabei Soeromihardjo adalah saudara sepupu RAA Soeronegoro (bupati Kediri pada saat itu). Ki Ageng soerodiwirdjo mempunyai garis keterunan batoro katong di Ponorogo, beliau kawin dengan ibu sarijati umur 29 tahun di surabaya dari perkawinan itu dianugrahi 3 anak laki-2 dan 2 anak perempuan namun semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil.
Pada usia 14 tahun (th 1890) beliau lulus SR sekarang SD kemudian diambil putra oleh pamanya (wedono di wonokromo) dan tahun 1891 yaitu tepat berusia 15 tahun ikut seorang kontrolir belanda di pekerjakan sebagai juru tulis tetapi harus magang dahulu (sekarang capeg). Pada usia yang relatif masih muda Ki Ageng Soerodiwirdjo mengaji di pondok pesantren tibu ireng jombang, dan disini lah beliau belajar pencak silat pada tahun 1892 pindah ke bandung tepatnya di parahyangan di daerah ini beliau berksempatan menambah kepandaian ilmu pencak silat. Ki Ageng Soerodiwirdjo adalah seorang yang berbakat, berkemauan keras dan dapat berfikir cepat serta dapat menghimpun bermacam-macam gerak langkah permainan. Pencak silat yang di ikuti antar lain:
* Cimande
* Cikalong
* Cibaduyut
* Ciampea
* Sumedangan
Tahun 1893 beliau pindah ke jakarta, di kota betawi ini hanya satu tahun tetapi dapat mempergunakan waktunya untuk menambah pengetahuan dalam belajar pencak silat yaitu:
* Betawian
* Kwitangan
* Monyetan
* Toya
Pada tahun 1894 Ki Ageng Soerodiwirdjo pindah ke bengkulu karena pada saat itu orang yang di ikutinya (orang belanda) pindah kesana.di bengkulu permainanya sama dengan di jawa barat, enam bulan kemudian pindah ke padang. Di kedua daerah ini Ki Ageng Soerodiwirdjo juga memperdalam dan menambah pengetahuannya tentang dunia pencak silat. Permainan yang diperolehnya antara lain : minangkabau
* Permainan padang Pariaman
* Permainan padang Sidempoan
* Permainan padang Panjang
* Permainan padang Pesur / padang baru
* Permainan padang sikante
* Permainan padang alai
* Permainan padang partaikan
Permainan yang di dapat dari bukit tinggi yakni :
* Permainan Orang lawah
* Permainan lintang
* Permainan solok
* Permainan singkarak
* Permainan sipei
* Permainan paya punggung
* Permainan katak gadang
* Permainan air bangis
* Permainan tariakan
Dari daerah tersebut salah satu gurunya adalah Datuk Rajo Batuah. Beliau disamping mengajarkan ilmu kerohanian. Dimana ilmu kerohanian ini diberikan kepada murid-murid beliau di tingkat II.
Pada tahun 1898 beliau melanjutkan perantuanya ke banda aceh, di tempat ini Ki Ageng Soerodiwirdjo berguru kepada beberapa guru pencak silat, diantarnya :
* Tengku Achamd mulia Ibrahim
* Gusti kenongo mangga tengah
* Cik bedoyo
Dari sini diperoleh pelajaran – pelajaran, yakni:
* Permainan aceh pantai
* Permainan kucingan
* Permainan bengai lancam
* Permainan simpangan
* Permainan turutung
Pada tahun 1902 Ki Ageng Soerodiwirdjo kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai anggota polisi dengan pangkat mayor polisi. Tahun 1903 di daerah tambak Gringsing untuk pertama kali Ki Ageng Soerodiwirdjo mendirikan perkumpulan mula-mula di beri nama ‘SEDULUR TUNGGAL KECER” dan permainan pencak silatnya bernama “ JOYO GENDELO” .
Pada tahun 1917 nama tersebut berubah, dan berdirilah pencak silat PERSAUDARAAN SETIA HATI, (SH) yang berpusat di madiun tujuan perkumpulan tersebut diantaranya, agar para anggota (warga) nya mempunyai rasa Persaudaraan dan kepribadian Nasional yang kuat karena pada saat itu Indonesia sedang di jajah oleh bangsa belanda. Ki Ageng Soerodiwirdjo wafat pada hari jum`at legi tanggal 10 nopember 1944 dan di makamkan di makam Winongo madiun dalam usia enam puluh delapan tahun (68).
Pada tahun 1922, Ki Hadjar Hardjo Oetomo (pahlawan perintis kemerdekaan 1883-1952), salah satu kadang Setia Hati, meminta izin kepada Ki Ageng Soerodiwirjo untuk mendirikan latihan Setia Hati bagi generasi muda dan diizinkan oleh Ki Ageng Soerodiwirjo, tetapi harus dalam nama yang berbeda. Maka Ki Hardjo Oetomo mendirikan Setia Hati "Pemuda Sport Club" (SH PSC) yang kemudian menjadi Persaudaraan Setia Hati "Pemuda Sport Club" yang berupa sebuah Organisasi. Organisasi ini kemudian disebut Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT pada tahun 1948 dalam kongres pertama di Madiun. Setelah Perang Dunia II, PSHT terus menyebar ke seluruh Indonesia. Seorang tokoh penting di balik semakin populernya PSHT ini adalah Mas Irsjad yang merupakan siswa pertama Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Mas Irsyad ini juga menciptakan 90 Senam Dasar (Basic Exercise), Jurus Belati (Jurus dengan pisau), dan Jurus Toya (Jurus dengan panjang tongkat) yang membedakan dengan Setia Hati di Winongo. Salah satu siswa Mas Irsjad adalah Mas Imam Koesoepangat (1939-1987) pemimpin spiritual dari PSHT yang turut berjasa membesarkan PSHT. Penggantinya, Mas Tarmadji Boedi Harsono(1987-2014), Saat ini dewan pusat organisasi PSHT dipimpin oleh Kolonel Inf (Purn.) Mas Richard Simorangkir sampai pada Parapatan Luhur digelar pada tahun 2014. (Sumber)

PSHT

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hai.. Sobat blogger.

   Ini adalah postingan pertama saya di blog ini. 

Akan kita mulai dengan perkenalan terlebih dahulu. Blog ini ditulis oleh seorang anak manusia yang mencoba memanfaatkan waktu luangnya selama sekolah.
Perkenalkan nama saya Yusuf Rahman
Berikut tentang sejarah PSHT

Sejarah dan Perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
Ki Ageng Soero Dwiryo
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) atau yang dikenal dengan SH Terate adalah suatu persaudaraan "perguruan" silat yang bertujuan mendidik dan membentuk manusia berbudi luhur,tahu benar dan salah, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri serta mengutamakan persaudaraan antar warga (anggota) dan berbentuk sebuah organisasi yang merupakan rumpun/aliran Persaudaraan Setia Hati (PSH). SH Terate termasuk salah satu 10 perguruan silat yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada konggres pencak silat tanggal 28 Mei 1948 di Surakarta. Cabang SH Terate tersebar di 200 kota/kabupaten di Indonesia dan komisariat luar negeri di Malaysia, Belanda, Russia (Moskow), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia dan Perancis, dengan keanggotaan (disebut Warga) mencapai 8 juta orang.
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) - didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di indonesia tepatnya Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo,Madiun pada tahun 1922. 
Pada tahun 1903 di Kampoeng Tambak Gringsing, Surabaya, Ki Ageng Soero Dwiryo meletakkan dasar bagi gaya Pencak Silat Setia Hati. Sebelum disebut Setia Hati, latihan Fisik/Gerakan Pencak Silat Setia Hati disebut "Djojo Gendilo Tjipto Muljo" dan untuk ajaran kerokhanian dan spiritual Setia Hati disebut "Sedulur Tunggal Ketjer" disingkat STK. oleh Warga Tk.II pada latihan tingkat Putih PSHT cabang Surabaya di IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1994 - 1995, antara lain Mas Ir. FX.Sentot Sutikno, Mas. Dr. Ir. H.Aliadi,MM dan Mas Panggul.
Pada tahun 1917 Ki Ageng Soerodwirjo pindah ke Madiun dan membangun dan mendirikan Persaudaraan "perguruan" Silat bernama Persaudaraan Setia Hati di desa Winongo Madiun. Pada saat itu Persaudaraan Setia Hati bukanlah/belum menjadi organisasi, Setia Hati adalah persaudaraan (kadang) saja di antara siswa, karena pada saat itu organisasi Pencak Silat tidak diizinkan oleh kolonialisme Belanda. "Setia Hati" berarti Setia pada Hati (diri) sendiri".